RANGKUMAN BUKU PAKET BAB 1 KD

   Prolog




Sebuah cerita tentang Iwan yang ditugaskan oleh kantornya untuk memesan desain promosi kantor usaha real estate berupa brosur dan memberikan data-data berupa gambar dan spesifikasi real dan poster. Seketika Iwan mendatangi desainer yang dikenalnya agar pesanannya dapat diselesaikan dalam dua hari, Ketika Iwan estate. Iwan menjelaskan kebutuhannya secara singkat dan meminta menyerahkan hasil brosur dan poster kepada pimpinan kantor, ternyata desainnya tidak sesuai dengan tujuan promosi yang diinginkan pimpinan.


Brosur dan poster tersebut tidak mencerminkan brand real estate, warnanya tidak mencerminkan suasana yang dibangun brand, dan jauh dari target pasar real estate. Hal ini tidak sepenuhnya merupakan kesalahan desainer karena Iwan sebagai perwakilan perusahaan tidak memberikan data yang lengkap terkait konsep desain yaitu sebagai media promosi. Hal ini yang menunjukkan pentingnya komunikasi dan pembuatan brief yang lengkap terkait desain, konsep, dan lainnya sesuai dengan tujuan perusahaan. Bagaimana menyusun brief yang baik dan benar untuk menghindari kesalahan seperti kasus di atas? Simak penjelasan dalam bab berikut dengan saksama


A Membuat Dokumen Desain Brief




1. Definisi Desain Brief




Desain brief adalah dokumen yang berisi detail dari proyek desain yang akan dibuat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pemesan desain. Desain brief ini merupakan hasil konsultasi antara pemesan desain dan pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam proyek agar desainer dapat menerjemahkan harapan dan fungsi desain. Baik pemesan desain maupun desainer harus saling memahami tujuan ini dengan baik untuk menghasilkan sebuah kesepakatan desain. Desain brief juga harus menjadi alat komunikasi yang efektif bagi siapa saja yang terlibat dalam proyek desain. Brief ini adalah dokumen awal yang digunakan dalam industri desain untuk merinci tujuan, ruang lingkup, persyaratan, dan parameter keberhasilan proyek desain. Desain brief harus memuat deskripsi singkat mengenai proyek, termasuk jenis media yang akan digunakan, misalnya, desain grafis, situs web, logo, lingkup proyek, dan batasan-batasan yang mungkin ada.




2. Tujuan Pembuatan Desain Brief




Desain brief adalah alat yang penting dalam pengembangan proyek desain. Hal ini dapat membantu menyediakan panduan yang jelas kepada desainer, mengurangi ambiguitas, dan memastikan proyek berjalan sesuai dengan harapan klien atau pemangku kepentingan. Selain itu, desain brief membantu memastikan desain memiliki fokus yang tepat dan efektif. Contoh salah satu dari bentuk visualisasi desain brief adalah brond guidelines. Dokumen ini digunakan sebagai panduan bagi perusahaan terkait pemakaian elemen desain yang telah dibuat untuk tujuan tertentu. Berikut tujuan pembuatan suatu desain brief.




a. Membangun kesepahaman antara desainer dan pemesan desain melalui informasi yang lengkap tentang tujuan dan kegunaan desain yang akan dibuat.




b. Mendapatkan referensi yang sesuai dengan tujuan penggunaan desain ataupun branding, seperti warna, style, ilustrasi, dan unsur desain lainnya.


Mendapatkan kesepakatan yang jelas atau solid antara desainer dan pemesan desain untuk menghindari kesalahan desain yang berpotensi membuang waktu ataupun biaya.




d. Sebagai alat evaluasi ketika proses desain telah selesai.




3. Manfaat Desain Brief




Desain brief memiliki segudang manfaat bagi suatu perusahaan, salah satunya untuk koordinasi antardivisi yang terlibat dalam suatu proyek. Dengan adanya dokumen ini, komunikasi antardivisi menjadi lebih mudah dan memiliki tujuan yang jelas terkait akan kelangsungan pengembangan suatu desain. Berikut adalah manfaat-manfaat penerapan desain brief.




a. Menjadi alat komunikasi yang efektif baik antara pemesan desain dan desainer maupun antartim desainer. Tim desain dapat memilih komponen desain yang digunakan melalui instruksi atau gambaran dari brief, tanpa harus konsultasi secara berulang-ulang.




Headline Text




Subtitle Text




Body Text




04




b. Memberikan efektifitas kerja sesuai dengan timeline yang sudah disepakati. Tim desainer akan mampu menerjemahkan proyek dengan tepat sesuai dengan panduan desain brief sehingga masing-masing tim dapat langsung mengeksekusi desainnya dengan tepat dan efisien. Contohnya, desainer akan langsung menentukan gambar ilustrasi atau dekorasi yang sesuai dari brief tersebut atau penggunaan font yang tepat sesuai dengan sasaran atau target audiens desain. Dengan timeline yang ada, desainer akan mampu mengukur batas waktu penyelesaian desain. Contohnya, pembuatan logo harus selesai dalam waktu 3 hari tertentu agar tim motion grafis bisa mulai bekerja. C


c. Memudahkan dalam menentukan tim desain yang akan terlibat dalam proyek desain. Hal ini karena seorang desainer memiliki spesialisasi, seperti ahli dalam motion grafis, logo, ilustrasi, animasi, dan lainnya.


B Penyusunan Desain Brief




Penyusunan desain brief merupakan hal yang krusial untuk dilakukan. Hal tersebut ditujukan untuk menghindari multipersepsi di antara anggota tim yang bekerja pada produk tersebut.




1. Pihak-pihak yang Terlihat dalam Pembuatan Desain Brief




Pembuatan desain brief harus dilakukan oleh orang-orang yang memang memahami tujuan atas pengembangan suatu produk. Mereka biasanya terdiri dari pimpinan divisi, koordiantor, dan tim pengembang. Berikut adalah enam pemangku jabatan yang terlibat dalam pembuatan desain brief.




a. Owner perusahaan




Owner adalah pemilik perusahaan yang ingin bekerja sama dengan desainer dalam pembuatan branding atau desain untuk kepentingan perusahaannya. Berikut adalah peranan owner perusahaan dalam penyusunan desain brief.




1) Menetapkan visi dan tujuan proyek




Owner perusahaan bertanggung jawab menetapkan visi dan tujuan utama dari proyek desain. Mereka harus memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan yang ingin dicapai melalui desain tersebut, serta keyakinan bahwa desain tersebut akan mendukung tujuan bisnis dan strategi perusahaan.




2) Menyediakan informasi dan konteks proyek




Owner perusahaan memiliki pengetahuan mendalam tentang bisnis, pasar, dan pelanggan. Oleh karena itu, mereka harus menyediakan informasi dan konteks yang diperlukan kepada tim desain melalui desain brief. Hal ini termasuk pemahaman tentang target pasar, pesaing, tren industri, dan preferensi brand.




3) Menetapkan kriteria kesuksesan proyek




Owner perusahaan juga harus menetapkan kriteria sukses yang jelas untuk proyek desain. Mereka perlu menjelaskan kepada tim desain perihal indikator keberhasilan proyek dan cara menilai kesuksesan indikator tersebut.




4) Memberikan arahan dan batasan




Owner perusahaan harus memberikan arahan yang jelas kepada tim desain tentang batasan dan kendala yang ada. Hal ini termasuk batasan anggaran, jangka waktu proyek, persyaratan teknis, atau pertimbangan lain yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan desain


5) Memberikan umpan balik dan persetujuan




Selama proses pembuatan desain brief dan tahap-tahap selanjutnya, owner perusahaan harus memberikan umpan balik yang konstruktif kepada tim desain. Mereka juga bertanggung jawab memberikan persetujuan akhir terhadap desain brief sebelum dimulainya proses perancangan secara resmi.




6) Memberikan pemahaman terkait citra perusahaan




Owner perusahaan harus mengomunikasikan permasalahan terkait citra perusahaan kepada tim desain melalui desain brief. Hal ini membantu memastikan bahwa desain yang dihasilkan tidak hanya estetis, tetapi juga mencerminkan identitas brand dan citra perusahaan.




b. Manajer proyek




Seorang manajer proyek memiliki kewajiban untuk memastikan kelancaran pengerjaan proyek. Mereka akan bertanggung jawab dari aspek SDM (Sumber Daya Manusia) hingga keberhasilan proyek tersebut. Berikut adalah penjabaran tanggung jawab manajer proyek.




1) Pengumpulan informasi terkait proyek




Manajer proyek bertanggung jawab untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terkait dengan proyek desain. Hal ini mencakup informasi tentang kebutuhan klien, tujuan proyek, target pasar, pesaing, tren industri, dan batasan anggaran serta waktu pengerjaan.




2) Pengoordinasian tim




Manajer proyek harus bekerja sama dengan berbagai tim dan individu yang terlibat dalam proyek desain, termasuk tim desain, tim pemasaran, tim keuangan, dan mungkin juga konsultan eksternal. Mereka memastikan bahwa semua pihak terlibat, saling terhubung dan berkolaborasi secara efektif dalam proses pembuatan desain brief.




3) Pengorganisasian pertemuan




Manajer proyek menjadwalkan dan memfasilitasi pertemuan antara klien dan tim proyek untuk membahas kebutuhan, tujuan, dan persyaratan proyek. Mereka memastikan bahwa semua pihak terlibat hadir dan memberikan masukan yang diperlukan.




4) Pemastian kepatuhan




Manajer proyek memastikan bahwa desain brief mematuhi kebutuhan dan tujuan yang ditetapkan oleh klien serta keterbatasan anggaran dan waktu. Mereka juga


memastikan bahwa desain brief memperhitungkan masukan dari semua pihak terkait dan mencerminkan pemahaman yang jelas tentang proyek.




5) Persetujuan dan distribusi desain brief




Setelah desain brief selesai disusun, manajer proyek memastikan bahwa itu disetujui oleh klien dan semua pihak terkait. Selanjutnya, mereka mendistribusikan desain brief kepada tim desain dan tim proyek lainnya untuk memulai proses perancangan secara resmi.




c. Tim pemasaran




Peran tim pemasaran dalam pembuatan desain brief sangat penting, karena mereka memiliki pemahaman mendalam tentang brand, target audiens, tujuan komunikasi yang ingin dicapai melalui desain, dan batasan dari proyek. Berikut adalah penjabaran terkait tanggung jawab tim pemasaran.




Segmentation




Targeting




Marketing




Approching




Product Price




Customer




Gambar 1.4 Tim pemasaran bertanggung jawab dalam memberikan detail terkait tujuan pemasaran yang ingin dicapai.




1) Menyampaikan informasi tentang brand dan identitas perusahaan




Tim pemasaran menyediakan wawasan tentang merek dan identitas perusahaan kepada tim desain. Mereka menjelaskan nilai-nilai, pesan, dan citra brand yang ingin dipertahankan atau ditingkatkan melalui proyek desain.




2) Mengidentifikasi tujuan pemasaran




Tim pemasaran membantu dalam menetapkan tujuan pemasaran yang ingin dicapai melalui proyek desain yang


dapat berupa meningkatkan kesadaran brand, memperluas basis pelanggan, meningkatkan keterlibatan pelanggan, atau menciptakan diferensiasi dari pesaing.




3) Mengungkapkan kebutuhan pelanggan




Berdasarkan analisis pasar dan pelanggan, tim pemasaran harus menyampaikan kebutuhan dan preferensi pelanggan kepada tim desain. Mereka menjelaskan siapa target pasar utama? Apa yang mereka cari dalam produk atau layanan? Dan bagaimana desain dapat memenuhi atau melebihi harapan mereka?




4) Memberikan wawasan industri dan tren




Tim pemasaran juga memberikan wawasan tentang tren industri terbaru dan perubahan perilaku konsumen yang mungkin memengaruhi desain produk atau promosi. Hal ini membantu memastikan bahwa desain tetap relevan dan up-to-date dalam pasar yang dinamis.




d. Tim keuangan.




Peran tim keuangan dalam pembuatan desain brief mungkin tidak sebesar tim pemasaran. Namun mereka menjadi support system dalam memberikan panduan jelas terkait anggaran dan kebutuhan finansial lainnya. Berikut adalah penjabaran terkait kewajiban tim keuangan.




1) Menetapkan anggaran




Tim keuangan bertanggung jawab menetapkan anggaran biaya untuk proyek desain. Mereka juga memastikan bahwa desain brief mencerminkan ketersediaan dana dan mengatur batasan-batasan yang relevan terkait dengan biaya proyek.




2) Memberikan perspektif finansial




Tim keuangan memberikan perspektif finansial yang penting dalam proses pembuatan desain brief. Mereka dapat mengevaluasi kelayakan finansial dari konsep-konsep desain yang diajukan dan memberikan masukan tentang alternatif yang paling hemat biaya.




3) Menghitung biaya pelaksanaan




Tim keuangan membantu mengidentifikasi biaya-biaya yang terkait dengan pelaksanaan desain yang diusulkan. Hal ini mencakup biaya produksi, material, tenaga kerja, dan biaya tambahan lainnya yang mungkin timbul selama proses pelaksanaan.


e. Tim pengembang desain




Peran tim pengembang desain adalah untuk mengonseptualisasikan dan merumuskan secara konkret terkait ide-ide desain yang akan diimplementasikan dalam proyek. Berikut adalah penjabaran kewajiban tim pengembang desain.




Sumbers dokumen penerbit




Gambar 1.5 Tim pengembang desain memberikan konsep-konsep desain yang dapat menjadi solusi dari permasalahan klien.




1) Menganalisis kebutuhan klien




Tim pengembang desain bertanggung jawab untuk menganalisis kebutuhan dan tujuan yang disampaikan oleh klien atau pemangku kepentingan melalui desain brief. Mereka harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang proyek dan mempertimbangkan semua aspek desain yang relevan.




2) Mengembangkan konsep desain




Berdasarkan desain brief dan informasi yang diberikan, tim pengembang desain akan menciptakan konsep-konsep awal yang dapat memenuhi kebutuhan dan tujuan proyek. Mereka menggabungkan kreativitas dengan pemahaman tentang aspek teknis dan fungsional untuk menghasilkan ide yang inovatif.




3) Menghasilkan solusi desain




Tim pengembang desain bertanggung jawab menghasilkan solusi desain yang konkret dan praktis. Mereka menggunakan keterampilan dan pengetahuan dalam bidang desain grafis, produk, web, atau interior untuk menciptakan solusi yang memenuhi standar kualitas dan kepuasan klien.


4) Mengintegrasikan pesan brand




merek dan identitas per Tim pengembang desain memastikan bahwa pesan perusahaan tecermin dalam desain yang dihasilkan Mereka bekerja sama dengan tim pemasaran untuk memastikan bahwa desain dapat mendukung strategi pemasaran yang diinginkan.




5) Mengomunikasikan ide




Tim pengembang desain harus mengomunikasikan ide-secara efektif. Mereka dapat menggunakan alat-alat desain ide mereka melalui visualisasi, prototipe, atau presentasi dan teknologi yang sesuai untuk mengomunikasikan konsep-konsep desain dengan jelas kepada klien dan pemangku kepentingan lainnya.




1. Konsultan eksternal




Konsultan eksternal memiliki peran dalam pembuatan desain brief yaitu dengan memberikan pandangan dan saran objektif terkait desain yang ingin dibuat dalam proyek. Berikut adalah penjabaran terkait peran konsultan eksternal,




1) Membantu strategi desain




strategi desain yang efektif dan inovatif. Mereka dapat Konsultan eksternal dapat membantu mengembangkan memberikan ide-ide kreatif dan masukan tentang tren terbaru, ataupun membantu dalam mengeksplorasi pendekatan baru dalam desain.




2) Memberikan perspektif luar




Konsultan eksternal membawa perspektif luar yang berharga ke dalam proses pembuatan desain brief. Mereka dapat membantu tim internal untuk melihat proyek dari sudut pandang yang berbeda dan mendorong pemikiran inovatif.




3) Menghadirkan solusi alternatif




Konsultan eksternal dapat membantu mengidentifikasi solusi alternatif yang mungkin tidak terpikirkan oleh tim internal. Mereka membawa pengalaman dari proyek-proyek sebelumnya dan dapat mengusulkan pendekatan yang berbeda atau teknologi baru yang dapat diterapkan.




2. Elemen-elemen Penting dalam Penyusunan Desain Brief




Setelah memahami pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan desain brief atau praproduksi, Anda juga harus mengetahui tahapan-tahapan yang harus dilalui selama membuat desain brief. Berikut adalah poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan desain


Latar belakang proyek




Penjabaran latar belakang dari proyek desain sangat penting sebagai inti dari konsep desain yang dituju. Hal ini berkaitan dengan pihak pemesan desain. Pihak pemesan desain harus menyampaikan dengan jelas identitas, ciri, atau kekhasan yang ingin ditonjolkan. Hal itu bisa dilihat dari nama perusahaan dan lingkup bisnisnya. Selain itu, visi dan misi dari perusahaan merupakan kunci arah desain yang ingin dituju. Hal lainnya adalah branding atau citra yang sudah ada atau akan dibangun dari perusahaan tersebut terhadap sasaran pasarnya. Latar belakang ini juga dilihat dalam bentuk masalah yang dihadapi sebuah produk terkait branding yang dibangun selama ini dan juga pencapaian bisnis dari produk tersebut. Dari latar belakang tersebut, bisa ditentukan tujuan desain, seperti melakukan. branding ulang, mengokohkan kedudukan, dan melebarkan jangkauan.




b. Tujuan atau objektif yang ingin dicapai




Pada tahap ini, desainer harus bisa menggali dengan lengkap yang menjadi tujuan desain. Desain tersebut bisa berupa logo branding, kemasan, media promosi tercetak seperti brosur, atau media promosi digital, seperti media sosial. Dari tujuan yang sudah ditetapkan, dapat ditentukan nama proyek desain yang akan dikerjakan. Beberapa tujuan desain ini adalah sebagai berikut.




1) Melakukan branding produk yang baru akan diluncurkan Untuk tujuan seperti ini, identitas, spesifikasi, keunggulan, dan ciri khas dari produk tersebut harus dijabarkan secara jelas. Produk baru belum memiliki track record penggunaan di masyarakat. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan ini, diperlukan usaha ekstra yang membuat masyarakat tertarik untuk mencoba produk baru tersebut.




2) Melakukan branding ulang




Hal ini dilakukan ketika akan melakukan perubahan kesan suatu produk yang selama ini sudah dikenal masyarakat, baik produk barang maupun jasa, termasuk sebuah instansi pemerintah dalam memberikan layanan publik. Dapat juga karena bersamaan dengan produk inovatif baru sehingga perusahaan memerlukan identitas baru untuk produk tersebut, tetapi tanpa mengubah identitas lama perusahaan sepenuhnya. Oleh karena itu, perusahaan melakukan branding ulang agar tetap relevan.




Scan




Daftar perusahaan yang pernah melakukan re-branding logo.




Bab


3) Mengokohkan branding yang sudah ada




juga harus dipertahankan agar produk tersebut selalu ada Kedudukan sebuah brond yang sudah dikenal masyarakat dalam ingatan masyarakat sebagai konsumen. Keunggulan-keunggulan dan ciri khas dari produk tersebut terus dieksplorasi dari berbagai sisi dan dikenalkan kepada




masyarakat 4) Melebarkan sasaran produk




Tujuan ini untuk memperluas sasaran bisnis yang sudah dicapai. Ketika inovasi bisnis memungkinkan menjangkau sasaran konsumen baru, maka penyesuaian branding juga diperlukan.




c. Ruang lingkup pekerjaan




Terdapat banyak jenis pekerjaan desain yang ada dan memiliki sifat serta tujuannya masing-masing. Pekerjaan tersebut bisa berupa membuat logo branding, kemasan, media promosi tercetak, seperti brosur, atau media promosi digital seperti media sosial, motion grafis, 30 mockup, UI/UX, website, landing page, video, foto, atau ilustrasi. Sangat penting untuk menentukan produk desain yang akan dihasilkan sesuai kebutuhan pemesan atau klien.




Dari tujuan desain yang disepakati, seorang desainer harus bisa memberikan masukan dan pertimbangan yang baik terkait kebutuhan desain karena tidak semua klien memiliki pengetahuan tentang produk-produk tersebut. Dari proses diskusi yang dilakukan, dapat mencapai kesepakatan pekerjaan desain yang akan dikerjakan serta jumlah dan variannya. Dari kesepakatan pekerjaan tersebut penting untuk menyesuaikannya dengan budget atau biaya yang harus dikeluarkan serta rentang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek desain tersebut.




d. Khalayak sasaran yang dituju




Penentuan sasaran ini sangat penting karena sasaran ini lah yang diharapkan akan menindaklanjuti desain yang dibuat.


Apakah sasaran harus membeli? Mengikuti anjuran? Melakukan imbauan? Menyebarluaskan? Atau tindakan lainnya yang diharapkan. Penentuan sasaran sangat dilihat dari latar belakang sasaran, di antaranya sebagai berikut.




1) Jenis kelamin




Faktor ini akan sangat menentukan karakter desain yang akan dibuat. Preferensi warna, bentuk, dan elemen desain untuk laki-laki dan perempuan sangat berbeda sehingga desain yang relevan dengan mereka akan sangat menentukan efektivitas produk desain.




2) Usia




Dengan preferensi dan kebutuhan berbeda antara kelompok usia, seperti anak-anak, remaja, dewasa, atau lanjut usia sehingga desainer harus mampu membuat desain sesuai dengan karakteristik usia tersebut. Contohnya, desain yang diperuntukan bagi remaja cenderung bersifat modern dan memberikan elemen-elemen yang sesuai dengan tren pada saat itu.




3) Status




Aspek status terdiri atas dua jenis status, yaitu status pernikahan dan status sosial ekonomi. Contohnya, beberapa desain khusus ditujukan bagi pasangan suami istri karena memuat informasi terkait edukasi dalam menjalankan rumah tangga yang harmonis. Beberapa desain juga dibuat dengan menghadirkan kesan mewah dan berkelas, seperti undangan-undangan acara besar yang dihadiri oleh orang-orang penting dan memiliki pengaruh besar terhadap suatu hal.




4) Pendidikan




Perbedaan tingkatan pendidikan target audiens dapat memengaruhi suatu desain. Contohnya, suatu desain yang dibuat untuk audiens jenjang SD, penulisan informasi akan dibuat lebih sederhana dengan menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami serta ilustrasi yang digunakan lebih beragam. Sementara itu, desain yang ditujukan untuk audiens jenjang SMK ke atas dapat dibuat dengan kata-kata yang lebih beragam dengan istilah-istilah bahasa yang ada tanpa menggunakan terlalu banyak ilustrasi.




5) Tempat tinggal




Budaya akan sangat erat dengan tempat tinggal seseorang. Setiap lokasi akan mempunyai preferensi yang berbeda sesuai dengan daerah tersebut seperti makanan, warna, objek gambar, dan lainya.


6) Kebangsaan




Kebangsaan seseorang juga menentukan preferensi desain yang berbeda-beda. Ciri bangsa menjadi kekuatan dari desain yang ditampilkan, seperti bangsa Indonesia akan melekat dengan karakter warna merah dan putih serta elemen batik sebagai preferensi desain.




7) Agama




Agama memiliki penggambaran khas sesuai agama masing-masing. Nilai, simbol, warna tertentu melekat kuat dengan nuansa dan semangat agama. Nilai ini yang akan menentukan elemen-elemen desain yang diperlukan.




8) Suku




Setiap suku atau kelompok etnis memiliki konteks budaya dan nilai-nilai yang unik. Hal ini termasuk dalam tradisi, kepercayaan, norma sosial, dan simbol-simbol yang penting bagi masyarakat tersebut. Desain yang tidak mempertimbangkan konteks budaya ini dapat dianggap tidak pantas atau bahkan menghina.




9) Pekerjaan




Perbedaan pekerjaan atau industri dapat memiliki dampak signifikan pada desain karena setiap pekerjaan atau industri memiliki kebutuhan, konteks, dan tujuan yang unik. Setiap industri atau pekerjaan mungkin memiliki tema dan konsep visual yang unik yang dapat diintegrasikan ke dalam desain konten. Misalnya, industri berbasis lingkungan dapat menggunakan tema alam atau hijau dalam desain kontennya, sementara itu industri teknologi dapat menggunakan tema futuristik atau teknologi canggih.




e. Media yang digunakan




Jenis media yang digunakan dapat berupa cetak ataupun digital.




1) Media cetak: iklan koran, iklan majalah, brosur, baliho, spanduk, reklame, dan billboard.




2) Media digital: televisi, radio, videotron, media sosial seperti Facebook (Meta), Whatsapp, Instagram, TikTok, Youtube, website, dan landing page.


Jangkauan media yang digunakan harus diperhatikan karena setiap media yang dipilih mempunyai jangkauan berbeda serta akan memengaruhi biaya atau budget pengadaan dan iklan media tersebut. Contohnya, seperti televisi mempunyai jangkauan yang luas karena hampir semua kalangan bisa memilikinya, tetapi biaya pembuatan iklan televisi dan tarif iklan televisi cukup besar. Media juga akan menentukan spesifikasi desain yang dibuat secara teknis. Bahan pembuatan produk desain untuk cetak dan digital akan sangat berbeda.




Media cetak yang menggunakan kertas sebagai bahan cetak juga memiliki spesifikasi tersendiri. Penggunaan kertas duplek sebagai kemasan memiliki spesifikasi berbeda dengan kertas untuk mencetak koran. Meskipun sama-sama dicetak dengan mesin cetak offset, tetapi karena bahan yang berbeda, data digital yang dipilih juga berbeda terutama pada resolusi gambar desain. Untuk kertas koran menggunakan dpi (dot per inch) rendah 150 dpi dan kertas duplek bisa menggunakan 200 dpi. Berbeda lagi dengan penggunaan kertas ort paper untuk brosur yang bisa menggunakan dpi lebih tinggi karena permukaan kertas lebih halus.




Berikut ini adalah penjabaran penggunaan dpi pada masing-masing kebutuhan cetak.


) Mencetak foto dalam surat kabar Resolusi sebesar 150 hingga 200 dpi seharusnya sudah cukup dikarenakan kertas koran akan menyerap tinta dan resolusi yang berlebihan dapat menyebabkan garis-garis gambar melebur dan bercampur mengakibatkan gambar yang rusak.




2) Dokumen pada printer inkjet menggunakan plain poper Resolusi 150 hingga 200 dpi akan cukup untuk pengaplikasian ini karena tinta akan merembes dan menyebar.




3) Dokumen pada printer inkjet menggunakan inkjet coated poper Resolusi 300 dpi akan cocok untuk teks dan gambar-gambar kecil. Namun, resolusi 600 dpi lebih baik untuk mencetak foto,




4) Line art pada printer laser atau inkjet Penggunaan resolusi 300 dpi sudah cukup, tetapi resolusi 600 dpi mungkin diperlukan untuk proyek cetak yang sangat detail,




5) Brosur atau flyer pada printer laser




Resolusi 300 dpi akan cocok, tetapi jika halaman ditutupi dengan gambar, resolusi yang lebih tinggi mungkin diperlukan, seperti resolusi 600 dpi.




6) Poster yang dirancang untuk dilihat dari jarak sekitar dua meter Untuk pengaplikasian ini membutuhkan resolusi minimum 150 dpi, tetapi resolusi yang lebih tinggi akan lebih baik.




7) Grafik billboard Membutuhkan resolusi minimum 20 dpi karena audiens rata-rata akan melihat billboard dari jarak yang cukup jauh.




8) Wollpoper atau grafik besar yang dimaksudkan untuk dilihat dari jarak dekat Pengaplikasian ini dapat menggunakan resolusi 600 dpi atau lebih tinggi untuk hasil yang maksimal.


Berbeda dengan media cetak, media digital memiliki satuan yang berbeda, yaitu pixel. Hal ini bisa menggunakan data lebih kecil daripada untuk kebutuhan cetak. Desain untuk website tidak memerlukan ukuran yang besar untuk bisa menampilkan gambar yang jelas dan jernih. Justru jika terlalu besar akan mengakibatkan website sulit untuk diakses karena proses pengambilan data atau looding yang lama. Media digital yang berbeda, juga akan menggunakan spesifikasi desain atau resolusi yang berbeda pula. Misalnya, media digital untuk video menggunakan resolusi sebagai berikut.




1) Ukuran HD (High Definition) adalah 1280 x 720 pixels.




2) Ukuran Full HD adalah 1920 x 1080 pixels.




3) Ukuran 2K adalah 2048 x 1080 pixels.




4) Ukuran 4K atau Ultra HD adalah 3840 x 2160 pixels.




5) Ukuran 8K adalah 7680 x 4320 pixels.




6) Ukuran 10K adalah 10240 x 4320 pixels.




Jika video yang dibuat untuk kebutuhan posting Instagram, biasanya memiliki rasio 1:1 misalnya 1080 x 1080 pixels. Berbeda lagi dengan media berupa videotron yang memiliki ketentuan resolusi sendiri. Tidak hanya ukuran final seperti HD dan full HD, tetapi harus sesuai dengan resolusi videotron itu sendiri. Desainer harus memastikan ukuran resolusi videotron yang digunakan sebelum membuat video atau membuat finishing video. Videotron dengan jenis P3 (Pitch Pixel 3mm) memiliki resolusi 192 pixels, maka dengan 4 panel videotron (3 meter) akan menghasilkan lebar 768 pixels dan misalnya panjang 8 panel videotron (6 meter) menghasilkan 1536 pixels. Hasilnya, resolusi videotron tersebut adalah 1536 x 768 pixels.


f. Strategi kreatif dan konsep perancangan




Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan dari latar belakang, tujuan, sasaran, dan media yang digunakan, perlu juga ditentukan strategi kreatif yang akan ditetapkan. Strategi kreatif adalah rencana kreatif yang dibuat untuk mengomunikasikan pesan dalam bentuk visual ataupun kata. Berikut ini adalah elemen-elemen desain yang dapat membantu perencanaan kreatif dalam mengomunikasikan pesan.




1) Warna




Warna mempunyai representasi kuat dari visual yang akan digambarkan. Pemilihan warna sangat penting karena menjadi identitas, citra, perasaan, dan suasana yang akan dibangun. Psikologi warna menjadi hal yang harus diperhatikan. Misalnya, jika ingin mempresentasikan tentang kekuatan, warna merah bisa menjadi pilihan. Selain itu, kombinasi warna juga akan memberikan hasil yang berbeda-beda.




a) Hitam




Warna hitam memberi kesan elegan, mewah, dan modern. Namun, bisa juga menampilkan kesan gelap, suram, menakutkan, ketidakbahagiaan, duka, acuh, dan misterius.




b) Putih




Putih memiliki kesan terang, ringan, luas menyembuhkan kebersihan, kesucian, kebebasan, kemurnian, kepolosan, kesederhanaan. Namun, bisa juga menampilkan kesan ketiadaan, kosong, dan hambar.




c) Merah




Merah adalah warna yang memiliki kesan cinta, gairah, kekuatan, keberanian, ketangguhan, kemewahan, dan keberuntungan. Namun, warna merah juga bisa menampilkan kesan emosi, bahaya, larangan, dan kemarahan.




d) Kuning




Warna kuning memiliki arti semangat, harapan, kehangatan, kecerahan, kebahagiaan, keberanian, dan ketenangan. Namun, warna kuning juga dapat bermakna tipu daya, bahaya, dan antik.




e) Biru




Warna biru dapat menstimulus pemikiran yang jernih. Kesan yang diberikan adalah profesional, artistik, kepercayaan, komunikasi, kekuatan, ketenangan,


keamanan, ketertiban, dan kedamaian. Namun, warna biru juga bisa memberikan kesan kesedihan dan kesendirian.




f) Hijau




Hijau merupakan warna yang identik dengan alam. Warna hijau memberi kesan santai, menyeimbangkan emosi, plegmatis, bumi, natural, pertumbuhan, keterbukaan komunikasi, keharmonisan, kemakmuran, dan pembaruan.




g) Oranye




Kombinasi warna merah dan kuning adalah oranye. Kesan warna ini memberikan semangat, optimisme, petualangan, sosialisasi, percaya diri, kuat, energi, cerah, menarik perhatian, dan kehangatan.




h) Ungu




Warna ungu lekat dengan kesan imajinatif, indepeden, spiritualitas, ambisius, visioner, romantis, mewah, kekuatan, dan kebijaksanaan. Selain itu, warna ini juga dapat memberikan kesan misterius pada suatu desain.




i) Merah mudah




Pink atau merah muda ini memiliki kesan feminim, peduli, romansa, lemah lembut, dan cinta.




j) Cokelat




Cokelat adalah warna unsur bumi yang dapat memberikan kesan aman, nyaman, hangat, kuat, kokoh, dan bersahaja. Namun, warna cokelat juga dapat memberikan kesan kaku, pesimis, kolot, sedih, sepi, tua, dan garang.




k) Abu-abu




Warna abu-abu dekat dengan kesan tanggung jawab, keseriusan, kemandirian, dan kestabilan. Namun, warna ini juga dapat memberikan kesan membosankan, tidak komunikatif, dan abstrak.




Kesan-kesan warna tersebut merupakan hal yang berlaku saat ini. Namun, kesan warna tidak selalu sama dalam setiap waktu sehingga dapat berubah seiring berjalannya waktu, pergeseran budaya, dan teknologi.




2) Font




Font atau jenis huruf memiliki kesan yang berbeda. Pemilihan jenis huruf serif, sans serif, egyptian, script, decorative dapat mempunyai makna yang berbeda pada suatu desain. Jenis huruf juga dipilih menyesuaikan dengan sasaran desain. Huruf serif yang terkesan formal


tepat digunakan untuk menciptakan suasana formal dan tegas. Berbeda dengan huruf script yang lebih santai dan luwes sehingga tepat untuk memberi kesan mudah dan ringan, seperti penerapannya pada buku anak-anak yang menggunakan jenis huruf script atau sans serif karena terkesan santai.




Serif




Egyptian




Sans Serif




Script




Sumber: dokumen penulis




Gambar 1.10 Penggunaan font huruf.




3) Ilustrasi




Ilustrasi adalah gambar atau foto yang digunakan untuk memperjelas pesan yang disampaikan baik dalam buku, novel, berita, maupun tulisan lain. Ilustrasi juga dapat menambah daya tarik dan ciri khas dari sebuah produk ataupun pesan. Ilustrasi yang merupakan bahasa universal ini akan sangat efektif untuk menyebarkan informasi ke seluruh orang dari berbagai latar belakang tanpa kendala bahasa. Ilustrasi juga dapat disesuaikan dengan karakter sasaran utama atau produk yang akan disampaikan. Contohnya, sasaran utama orang muslim, maka bisa menggunakan ilustrasi masjid, bulan sabit, bintang, dan ka'bah. Bentuk ilustrasi juga bisa dalam bentuk 2D ataupun 3D sesuai dengan kebutuhan dan ketepatan tujuan.




4) Ornamen




Ornamen adalah unsur gambar hiasan yang menambah nilai desain dan membangun branding produk atau perusahaan. Pemilihan ornamen yang tepat akan menjadi ciri dari hasil kesinambungan atau irama yang dihasilkan. Ornamen ini menjadi unsur penting untuk menunjukkan kesatuan produk baik dari kemasan, publikasi, ruang kerja, company profile, souvenir, merchandise, maupun media lain. Ornamen akan memberikan brand awareness yang kuat dalam ingatan konsumen.


5) Spesifikasi teknis desain




Berdasarkan media yang akan digunakan, dapat ditentukan spesifikasi teknis dari desain. Hal ini akan memberikan roodmop (panduan tahapan kerja) yang jelas kepada desainer terkait desain yang akan dibuat. Salah satu jenis ornamen yang dapat digunakan sebagai elemen branding adalah supergraphic. Tanpa spesifikasi yang jelas, desainer akan kesulitan menentukan desain dan memungkinkan terjadi ketidaksesuaian terhadap keinginan perusahaan. Ketidaksesuaian ini mengakibatkan desain tidak efektif sehingga perlu dilakukan revisi desain yang berpotensi membuang waktu.




Sebagai contoh, spesifikasi untuk produk cetak adalah bahan media cetak yang digunakan, ukuran media, teknik cetak, resolusi, potongan atau bleeds, lipatan, halaman, dan finishing. Spesifikasi untuk media digital, misalnya resolusi dan ukuran desain, jenis file, dan jenis media sosial. Spesifikasi teknis ini juga termasuk perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan untuk membuat desain. Untuk memahami terkait perangkat lunak untuk kebutuhan desain, Anda dapat membaca buku Perangkat Lunak Desain untuk SMK/MAK Kelas XI.




6) Filosofi




Filosofi desain adalah makna dari gambar, bentuk, dan warna yang dikombinasikan sesuai dengan tujuan dan kesan yang ingin dicapai. Filosofi memegang peranan penting untuk membangun citra atau branding dari sebuah produk maupun perusahaan. Filosofi ini dapat diwujudkan dari warna, typeface, bentuk atau objek, dan ilustrasi. Filosofi bisa mencakup beberapa hal yaitu:




a) Visi perusahaan atau produk




b) Misi perusahaan atau produk




c) Semangat kerja dari perusahaan




d) Motto perusahaan atau produk




e) Perhatian terhadap lingkungan




f) Orientasi pelayanan terhadap konsumen




g. Tenggat waktu penyelesaian pekerjaan




Dalam merencanakan waktu penyelesaian pekerjaan desain sangat bergantung dari jenis dan jumlah desain yang telah direncanakan. Tenggat waktu ini adalah hasil kesepakatan antara desainer dengan pemesan desain atau klien. Perlu


dipertimbangkan juga jika terdapat revisi dari hasil desain dan jumlah revisi yang dilakukan. Jika hal ini tidak disepakati dari awal, akan terjadi ketidakjelasan waktu pekerjaan dan saling menuntut serta menyalahkan jika pekerjaan tidak segera selesal Desainer tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya jika klien terus-menerus meminta revisi tanpa batas hingga klien merasa puas.




Tenggat waktu oleh desainer harus dibuat dalam bentuk jadwal pengerjaan atau timeline proyek. Hal ini sangat penting sebagai bentuk evaluasi progres dan juga sarana komunikasi efektif antar tim desain. Pekerjaan desain harus diperhatikan dengan baik dari segi kerumitan, visual pendukung, dan lainnya sehingga waktu yang ditulis dalam timeline benar-benar sesuai




Timeline Proyek Desain




Nama proyek: Desain sosial media marketing Instagram makanan merek Yatos




Klien




: PT. Yatos




Tenggat waktu: 28 Oktober 2023 (7 hari)




No




Pekerjaan




Tim




22 Okt 2023




22 Okt 2023




22 Okt 2023




22 Okt 2023




22 Okt 2023




22 Okt 2023




22 Okt 2023




1. Final desain brief




Leader proyek




2. Sketsa konsep




Desainer




3




. Fote produk dan editing




Fotografer




4. Desain grafis




Desainer




Persetujuan dan 5. revisi prototype desain




Leader proyek




6. Final desain




Leader proyek




Sumber: dokumen penerbit




Gambar 1.11 Timeline pengerjaan sesuai tenggat waktu.




h. Para pihak yang terlibat dan peranannya dalam pekerjaan




Untuk mengerjakan desain yang tepat sesuai dengan rencana, sangat penting untuk mengatur pembagian tugas yang tepat jika dikerjakan oleh tim. Tim desainer sendiri juga memiliki spesialisasinya masing-masing, meskipun pada beberapa kasus, seorang desainer dapat mengerjakan seluruh desain. Namun akan memaksimalkan hasil jika fokus pada spesialisasinya. Dalam tim




desain terdapat beberapa spesialisasi, yaitu sebagai berikut.




Fotografer




: Menghasilkan foto produk atau foto pendukung yang baik.




Desainer grafis Mengerjakan desain visual.




Ilustrator




: Membuat ilustrasi-ilustrasi yang dibutuhkan.


Motiongrafer




: Merancang gerakan atau motion pada elemen-elemen animasi.




des eda dan Comun ar




2




UI/UX spesialist




Membuat rancangan interface sesuai kebutuhan pengguna.




Web designer




3D artist




: Mengembangkan website sesuai spesifikasi dan tujuan yang telah ditentukan.




: Membuat desain atau objek dalam bentuk tiga dimensi.




Environmental Graphic Designer




: membuat desain visual sebuah lingkungan atau tata ruang.




Videografer




Membuat dan merancang editing video.




Menjadi hal penting lain dalam penentuan desainer adalah keterampilan dan kecepatan yang dimiliki desainer dalam mengerjakan proyek. Hal ini untuk mengerjakan proyek desain yang disesuaikan dengan tenggat waktu yan tgh harus dikerjakan.




C Pengaruh Perilaku Konsumen terhadap Desain




Perilaku konsumen atau consumer behaviour adalah tindakan dan keputusan yang diambil oleh konsumen untuk memilih, membeli, menggunakan produk atau jasa. Penelitian tentang perilaku konsumen ini penting untuk memberikan arahan perancangan desain maupun pemasaran yang paling sesuai berdasarkan perilaku, yang berbeda-beda. Terdapat empat jenis consumer behaviour yang menjadi acuan, yaitu sebagai berikut.

t



1. Complex Buying Behavior




Perilaku konsumen ini akan melihat produk secara lengkap termasuk risiko dan pengaruhnya terhadap kehidupan mereka. Hal ini khususnya terhadap produk yang mahal seperti rumah, perhiasan, dan mobil. Konsumen akan mengeluarkan uang dalam jumlah besar sehingga harus penuh dengan pertimbangan melalui informasi yang lengkap dan kompleks.




Pada konsumen berjenis ini, produk harus menyediakan informasi yang lengkap. sehingga memuaskan kebutuhan informasi konsumen. Seperti produk makanan, mereka akan melihat setiap aspek dari makanan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas b. Inggris